Bandung, 30 Mei 2026 – Wajah-wajah yang pernah mengisi ruang kelas yang sama kembali dipertemukan dalam Reuni Emas Alumni Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) angkatan 1976. Setelah lima dekade berlalu, sekitar 140 alumni berkumpul untuk mengenang perjalanan yang telah mereka lalui bersama, sekaligus merayakan ikatan persahabatan yang tetap terjaga hingga hari ini.
Sejak awal acara, semangat para alumni sudah terasa begitu kuat. Dengan pakaian berwarna-warni yang mereka kenakan, para peserta menghadirkan suasana yang ceria dan penuh keakraban. Waktu seolah membawa mereka kembali ke masa perkuliahan, ketika ruang kelas, tugas, dan berbagai kegiatan kampus menjadi bagian dari keseharian mereka.
Momen nostalgia semakin terasa saat para alumni bersama-sama menyaksikan video yang menampilkan foto-foto lama semasa kuliah. Setiap foto seakan membuka kembali lembaran kenangan yang telah tersimpan selama puluhan tahun. Gelak tawa, canda, dan cerita spontan bermunculan ketika para alumni saling mengingat pengalaman yang pernah mereka lalui bersama di kampus.
Selain menjadi ajang bernostalgia, reuni ini juga diisi dengan sesi pemaparan dari Ir. Davy Sukamta mengenai perkembangan dunia konstruksi. Dalam paparannya, beliau mengulas perubahan dan tantangan yang dihadapi industri konstruksi dari masa ke masa, sekaligus menyoroti kontribusi para alumni Teknik Sipil UNPAR yang telah berkiprah di berbagai bidang pembangunan. Ia juga menyampaikan sejumlah masukan dan harapan bagi perkembangan UNPAR agar terus mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.


Semangat untuk memberi kembali kepada almamater juga menjadi bagian penting dari reuni ini. Alumni Teknik Sipil angkatan 1976 menyerahkan beasiswa kepada tiga mahasiswa Teknik Sipil, yaitu Rafael Timotius Setiawan, John Baptist Tambarta, dan Jordan Heinrich Lee. Selain itu, para alumni juga memberikan dana hibah untuk perpustakaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan fasilitas belajar bagi mahasiswa UNPAR.
Yang paling berkesan dari seluruh rangkaian acara adalah melihat bagaimana ikatan persahabatan yang terjalin sejak bangku kuliah tetap bertahan hingga setengah abad kemudian. Meskipun usia tidak lagi muda, semangat para alumni untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mengenang masa-masa perkuliahan masih terlihat sama seperti dulu. Pertemuan ini menjadi bukti bahwa waktu boleh berlalu, tetapi persahabatan dan kecintaan terhadap almamater tetap hidup.
Menutup reuni emas ini, para alumni menyampaikan harapan agar UNPAR terus berkembang menjadi universitas yang semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mereka juga berharap mahasiswa UNPAR saat ini dapat terus berprestasi, berani berkarya, dan melanjutkan jejak para alumni yang telah memberikan kontribusi di berbagai bidang, khususnya dalam dunia konstruksi dan pembangunan Indonesia.

