6.2 Analisis IPK dan Pekerjaan

Smiley face
Click Here to Download

IPK sering kali digunakan sebagai alat ukur dalam menentukan tingkat kepintaran seseorang. Seringkali muncul sentimen-sentimen ketika duduk di perkuliahan bahwa lulusan dengan IPK yang tinggi umumnya akan melanjutkan studi, lulusan dengan IPK sedang biasanya akan bekerja dan lulusan dengan IPK rendah cenderung memilih menjalankan usaha. Gambar 6.1 menunjukkan perbandingan IPK dengan status pekerjaan saat ini.

Gambar 6.1 Perbandingan IPK dengan Status Pekerjaan

Gambar 6.1 menunjukkan rata-rata IPK lulusan angkatan 2010 yang bekerja pada orang lain sebesar 3,03. Sedangkan IPK lulusan yang tidak bekerja/studi lanjut adalah 3,00 dan IPK lulusan yang menjadi wiraswasta sebesar 2,90. Pengujian statistik dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan nilai IPK terhadap pekerjaan utama. Hasil Analysis of Variance (ANOVA) adalah sebagai berikut:

 

One-way ANOVA: IPK versus Pekerjaan Utama

 

Method

 

Null hypothesis         All means are equal

Alternative hypothesis  At least one mean is different

Significance level      α = 0.05

 

Equal variances were assumed for the analysis.

 

 

Factor Information

 

Factor           Levels  Values

Pekerjaan Utama       3  Bekerja pada orang lain, Tidak bekerja (Melanjutkan studi), Wiraswasta

 

 

Analysis of Variance

 

Source            DF  Adj SS  Adj MS  F-Value  P-Value

Pekerjaan Utama    2   1.197  0.5987     4.25    0.015

Error            598  84.246  0.1409

Total            600  85.443

Tukey Pairwise Comparisons

Grouping Information Using the Tukey Method and 95% Confidence

 

Pekerjaan Utama                      N    Mean  Grouping

Bekerja pada orang lain            404  3.0303  A

Tidak bekerja (Melanjutkan studi)  113  3.0010  A B

Wiraswasta                          84  2.8993    B

 

Means that do not share a letter are significantly different.

 

Berdasarkan hasil ANOVA di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh IPK terhadap pekerjaan utama. Perbedaan yang signifikan terlihat pada lulusan dengan IPK yang tinggi memiliki pekerjaan utama yaitu bekerja pada orang lain dan lulusan dengan IPK yang rendah cenderung memilih menjalankan usaha.