3.2 Organisasi

Smiley face
Click Here to Download

Alumni UNPAR diharapkan menjadi seorang manusia yang utuh, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki soft skills yang baik. Oleh karena itu, UNPAR menyediakan wadah untuk pengembangan baik hard skills maupun soft skills dalam bentuk organisasi kemahasiswaan dengan harapan bahwa dalam organisasi kemahasiswaan tersebut mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dan wawasan sehingga peningkatan hard skills dan soft skills dapat tercapai. Melalui organisasi kemahasiswaan, mahasiswa dapat belajar hal-hal yang tidak diperoleh dalam ruang kelas, misalnya untuk memimpin, melakukan negosiasi, mengurus birokrasi, dan bekerjasama dalam tim. Gambar 3.2 adalah grafik yang berisi tingkat keaktifan lulusan UNPAR yang menjadi responden tracer study ketika mereka masih menjadi mahasiswa di UNPAR.

Gambar 3.2 Tingkat Keaktifan dalam Organisasi Kemahasiswaan

Berdasarkan Gambar 3.2 terlihat bahwa keaktifan mahasiswa UNPAR yang diwakili oleh respnden dalam tracer study kali ini adalah sebesar 72.47%. Angka ini didapatkan dari akumulasi level keaktifan mahasiswa tingkat “Sedang” hingga “Sangat Aktif”. Hal ini tentunya merupakan hal yang positif bagi UNPAR mengingat kepadatan jadwal mahasiswa UNPAR di bidang akademik terbilang cukup tinggi. Akan tetapi, pada kenyataannya, mereka masih memiliki waktu untuk menimba pengalaman dan menambah wawasan dalam organisasi kemahasiswaan di tengah proses perkuliahan di UNPAR.