1.3 Tracer Study di UNPAR

Smiley face
Click Here to Download

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta tertua di Indonesia. UNPAR didirikan di Bandung pada 17 Januari 1955. Sebelum tahun 2016, tracer study dilakukan oleh tiap program studi secara berkala yang hasilnya tertuang dalam dokumen borang akreditasi dan dokumen tracer study masing-masing program studi. Namun alat ukur dan metodologi tracer study yang digunakan tiap program studi di UNPAR tidak memiliki suatu standar yang sama. Hasil tracer study program studi ini hanya memberikan informasi sebatas lulusan program studi tersebut dan tidak dapat memberikan gambaran keseluruhan lulusan UNPAR sebagai suatu universitas. Oleh karena itu, sejak tahun 2016, UNPAR melakukan tracer study level universitas. Hasil tracer study tahun 2016 telah tertuang dalam Report Tracer Study UNPAR 2016.

Tahun 2017 ini, UNPAR melaksanakan tracer study level universitas untuk kedua kalinya. Dengan pelaksanaan tracer study, UNPAR memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Mengukur keberhasilan lulusan UNPAR di dunia kerja dan outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja, yang meliputi di antaranya: masa tunggu kerja dan proses pencarian kerja pertama, situasi kerja terakhir, dan aplikasi kompetensi di dunia kerja (kesesuaian bidang keilmuan dan bidang pekerjaan);
  2. Memperoleh informasi mengenai output pendidikan yaitu penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, proses pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan UNPAR terhadap pemerolehan kompetensi;
  3. Memperoleh informasi mengenai input pendidikan berupa penggalian lebih lanjut terhadap informasi sosiobiografis lulusan;
  4. Melengkapi persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi.

 

Berbekal komitmen yang besar untuk melaksanakan tracer study untuk kedua kalinya pada level universitas, Tracer Study UNPAR 2017 bertujuan untuk melakukan perbaikan dalam manajemen program, pengembangan sistem aplikasi kuesioner online yang digunakan, peningkatan efektivitas kinerja surveyor dalam memperoleh jumlah responden yang lebih banyak. Selain peningkatan kualitas pelaksanaan program, Tracer Study UNPAR 2017 pun melakukan integrasi kebutuhan tracer study dari 7 (tujuh) program studi, yaitu Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi Bisnis, Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Kimia, Matematika, dan Teknik Informatika ke dalam kuesioner tracer study level universitas untuk mengakomodasi pertanyaan-pertanyaan terkait lulusan dari program studi.

 

UNPAR menyadari bahwa tracer study mendatangkan manfaat besar bagi UNPAR, yaitu sebagai evaluasi pembelajaran dan kontribusi UNPAR terhadap pemerolehan kompetensi lulusannya. Melalui tracer study, UNPAR memperoleh potret lulusannya sebagai data otentik dalam mengevaluasi proses pendidikan UNPAR serta mendapatkan banyak masukan yang berguna bagi pengembangan pendidikan UNPAR yang semakin kontekstual dengan laju perubahan dunia. Dengan demikian, UNPAR diharapkan dapat semakin menyempurnakan dan semakin mampu menjamin kualitas UNPAR sebagai institusi penyelenggara pendidikan tinggi yang mempersiapkan generasi muda bangsa untuk semakin mampu menjawab tantangan jaman dan kemajuan serta perkembangan Bangsa Indonesia.  Selain itu pula, melalui tracer study ini, UNPAR ingin berkontribusi secara aktif dalam membantu program pemerintah dalam rangka memantapkan sistem pemantauan lulusan perguruan tinggi di Indonesia.

 

Dalam merencanakan dan melaksanakan Tracer Study UNPAR 2017, dibentuk suatu tim tracer study yang berada di bawah arahan Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan dan koordinasi Kepala Pusat Pengembangan Karir dan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni. Gambar 1.4 menunjukkan bagan struktur organisasi tim Tracer Study UNPAR.

 

Gambar 1.4 Struktur Organisasi Tim Tracer Study UNPAR

Secara garis besar, tracer study dibagi ke dalam 2 tahapan besar yaitu Tahap Perencanaan dan Tahap Pelaksanaan, sebagaimana dapat dilihat dalam Gambar 1.5.

 

Tahap Perencanaan terdiri dari berbagai proses yang dibutuhkan untuk mempersiapkan tracer study dengan baik yang meliputi penyusunan rencana kerja, verifikasi dan pembaharuan data lulusan yang menjadi target responden, perancangan dan uji coba kuesioner, pemilihan surveyor yang membantu teknis pengumpulan data, persiapan peralatan pendukung serta persiapan administrasi lainnya.

 

Tahap Pelaksanaan terdiri dari 3 (tiga) proses utama yaitu pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, dan pelaporan hasil tracer study. Pengumpulan data berupa pengisian kuesioner online oleh para lulusan yang menjadi target responden. Pengumpulan data ini difasilitasi oleh para surveyor yang bergerak secara aktif melalui berbagai media komunikasi seperti email, sms, media sosial, telepon dan lainnya, untuk memastikan bahwa pengisian kuesioner dapat dilakukan secara optimal, efektif, dan efisien. Setelah pengumpulan data selesai, data kemudian diolah dan dianalisis untuk memperoleh informasi dalam menjawab tujuan Tracer Study UNPAR. Informasi tersebut disusun dalam sebuah laporan berupa buku yang memuat hasil Tracer Study UNPAR secara keseluruhan. Selain melalui buku, hasil Tracer Study UNPAR disosialisasikan kepada seluruh civitas akademika UNPAR, alumni dan para pemangku kepentingan (stakeholders) UNPAR melalui media cetak dan elektronik.

Gambar 1. 4 Disain Penelitian Tracer Study UNPAR

Gambar 1. 5 Disain Penelitian Tracer Study UNPAR

Metode pelacakan (tracer study) yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat utama. Metode ini dipilih mengingat populasi alumni UNPAR yang berjumlah sangat banyak dan tersebar di berbagai wilayah di seluruh Indonesia dan juga luar negeri. Selain itu, waktu dan biaya tracer study yang terbatas menjadi dasar pemilihan metode pelacakan.

Instrumen yang digunakan sebagai alat ukur dalam Tracer Study UNPAR adalah sebuah kuesioner online yang dapat diakses melalui laman Tracer Study UNPAR (http://alumni.unpar.ac.id/ts/apps) seperti yang terlihat pada Gambar 1.6.

Gambar 1.6 Laman Tracer Study UNPAR

Kuesioner Tracer Study UNPAR disusun berdasarkan seluruh pertanyaan pada kuesioner standar tracer study online nasional Kemristekdikti yang terdapat di laman Tracer Study Kemristekdikti (http://tracerstudy.dikti.go.id/index.php/site/unduh). Kuesioner standar tracer study tersebut mencakup 5 (lima) butir utama sebagai berikut:

  1. Metode pembelajaran
  2. Masa transisi
  3. Pekerjaan sekarang
  4. Keselarasan Vertikal dan Horizontal
  5. Kompetensi

Selain itu, kuesioner Tracer Study UNPAR ditambahkan pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan mengukur informasi yang dibutuhkan UNPAR secara umum dan dibutuhkan program studi secara khusus. Dasar utama kuesioner adalah kuesioner tracer study dari Kemristekdikti dan kuesioner tracer study dari ITB, ditambah dengan kuesioner khusus yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan Tracer Study UNPAR. Selain itu, tahun ini program studi memasukkan pertanyaan-pertanyaan khusus yang memuat kebutuhan-kebutuhan tiap program studi, dimana hasilnya diharapkan berguna untuk pengembangan program studi dan peningkatan kualitas lulusannya.