Kata Sambutan WR 3

Smiley face
Click Here to Download

WR3DR. PAULUS SUKAPTO, IR., MBA

WAKIL REKTOR BIDANG MODAL INSANI
DAN KEMAHASISWAAN UNPAR

Berdasarkan Surat Edaran No. 313/B/SE/2016 Tanggal 26 Juli 2016 Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tentang Pelaksanaan Tracer Study Tingkat Perguruan Tinggi, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang berada di dalam Koordinasi Kopertis IV Jawa Barat turut menyediakan data secara akurat mengenai situasi hubungan pendidikan tinggi dan dunia kerja serta sistem pengembangan pusat karir perguruan tinggi melalui Tracer Study yang dilaksanakan pada tingkat perguruan tinggi untuk menjamin bahwa desain, metodologi, dan kuesioner yang digunakan terstandar sehingga memungkinkan kompilasi dan komparasi data antar fakultas/program studi/departemen dalam perguruan tinggi tersebut di tingkat Nasional. UNPAR sebagai pemenang bantuan pusat karir lanjutan Ditjen Belmawa Ristekdikti, wajib mengunggah hasil Tracer Study di situs yang telah disediakan (http://pkts.belmawa.ristekdikti.go.id) sesuai dengan batas waktu pelaporan yang tercantum dalam surat kontrak hibah.
Umumnya pelaksanaan Tracer Study dilakukan secara reguler setiap tahun guna memenuhi kebutuhan data akreditasi serta digunakan untuk pengembangan kurikulum dan perbaikan pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui pelaksanaan Tracer Study tahun ini, kita diharapkan dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan pendidikan yang diterapkan di UNPAR, baik pendidikan kurikuler maupun non-kurikuler. Kami berharap agar hasil Tracer Study dapat menjadi referensi dan umpan balik bagi UNPAR, baik dalam mengajar maupun di dalam penyusunan kurikulum selain Program Studi yang ada di UNPAR.
Dengan Tracer Study, maka UNPAR dapat mengukur kualitas output dari pendidikan itu sendiri, seperti pencapaian, kompetensi, serta hal-hal lain yang meliputi baik keselarasan maupun ketidakselarasan antara kualitas alumni dengan kualitas yang diharapkan oleh perguruan tinggi. Dengan demikian, sistem pembelajaran yang baik terhadap mahasiswa tidak berakhir pada saat kelulusan tetapi juga terkait keberlanjutan karier alumninya agar mereka lebih siap berkarya di tengah masyarakat.
Akhir kata, kami berharap hasil penelusuran alumni angkatan 2009 ini dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi semua pihak, khususnya UNPAR sebagai lembaga pendidikan di dalam merancang program dan kurikulum serta menciptakan lingkungan akademis maupun non akademis yang lebih mendukung terciptanya lulusan yang berkualitas dari segi hardskill, softskill, dan lifeskill. Semoga pada tahun 2017 dapat dilakukan penelusuran alumni angkatan 2010 (atau lulusan tahun 2015) dengan lebih baik lagi sehingga mampu memberikan gambaran yang komprehensif tentang lulusan UNPAR.