6.2 Analisis nilai IP dan Pekerjaan

Smiley face
Click Here to Download

Nilai IP sering kali digunakan sebagai alat ukur dalam menentukan tingkat kepintaran seseorang. Seringkali muncul sentiment-sentimen ketika duduk di perkuliahan bahwa lulusan dengan nilai IP yang tinggi umumnya akan melanjutkan studi, lulusan dengan nilai IP yang sedang biasanya akan bekerja dan lulusan dengan nilai IP rendah cenderung memilih menjalankan usaha. Gambar 6.1 menunjukkan perbandingan nilai IP dengan status pekerjaan saat ini.

Gambar 6. 1 Perbandingan Nilai IP dengan Status Pekerjaan

Gambar 6. 1 Perbandingan Nilai IP dengan Status Pekerjaan

Gambar 6.1 menunjukkan rata-rata nilai IP lulusan angkatan 2009 yang bekerja pada orang lain sebesar 3,12. Sedangkan nilai IP lulusan yang tidak bekerja/studi lanjut adalah 3,07 dan nilai IP lulusan yang menjadi wiraswasta sebesar 3,05. Pengujian statistik dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan pekerjaan utama terhadap nilai IP. Hasil Analysis of Variance (ANOVA) adalah sebagai berikut:

One-way ANOVA: Nilai IP versus Pekerjaan Utama

 

Method

Null hypothesis         All means are equal

Alternative hypothesis  At least one mean is different

Significance level      α = 0.05

Equal variances were assumed for the analysis.

Factor Information

Factor           Levels  Values

Pekerjaan Utama       3  Bekerja pada orang lain, Tidak Bekerja / Studi, Wiraswasta

 

 

Analysis of Variance

Source            DF   Adj SS  Adj MS  F-Value  P-Value

Pekerjaan Utama    2   0.2781  0.1391     1.05    0.349

Error            410  54.0470  0.1318

Total            412  54.3251

 

Berdasarkan hasil ANOVA di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh pekerjaan utama terhadap nilai IP. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa lulusan dengan nilai IP yang tinggi umumnya akan melanjutkan studi, lulusan dengan nilai IP yang sedang biasanya akan bekerja dan lulusan dengan nilai IP rendah cenderung memilih menjalankan usaha tidak tepat.