3.4 Organisasi

Smiley face
Click Here to Download

Seorang lulusan universitas tidak hanya dituntut memiliki kompetensi di bidang akademis, namun juga di bidang non-akademis. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan non-akademis adalah dengan melibatkan diri dalam kegiatan organisasi. Di dalam kegiatan ini tentunya seorang mahasiswa dapat belajar untuk memimpin, bekerjasama dalam tim, bernegosiasi yang pada akhirnya akan memberikan pengalaman/wawasan untuk pengembangan softskill mereka. Berikut ini pada Gambar 3.4 adalah grafik yang berisi tingkat keaktifan lulusan UNPAR yang menjadi responden Tracer Study ketika mereka masih menjadi mahasiswa di UNPAR.

Gambar 3. 4 Tingkat Keaktifan dalam Organisasi Kemahasiswaan

Gambar 3. 4 Tingkat Keaktifan dalam Organisasi Kemahasiswaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan Gambar 3.4 terlihat bahwa keaktifan mahasiswa UNPAR yang diwakili oleh responden dalam Tracer Study kali ini adalah sebesar 72%. Angka ini didapatkan dari akumulasi level keaktifan mahasiswa tingkat “Sedang” hingga “Sangat Aktif”.  Hal ini tentunya baik sekali bagi UNPAR mengingat kesibukan mahasiswa UNPAR di bidang akademis cukup tinggi, namun ternyata banyak lulusan UNPAR yang masih bisa meluangkan waktu untuk menimba pengalaman dalam kegiatan organisasi saat berkuliah di UNPAR.