Unpar dan Tracer Study

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta tertua di Indonesia, didirikan di Bandung pada tahun 1955. UNPAR mempunyai Pusat Karir yang disebut Pusat Pengembangan Karir (PPK), merupakan salah satu unit di UNPAR yang berada langsung di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan dan mulai berjalan aktif secara resmi sejak tanggal 1 Juli 2013.

UNPAR telah berkomitmen untuk melaksanakan tracer study sejak tahun 2016. Tracer Study UNPAR selama ini telah dilaksanakan secara baik dan merupakan sebuah usaha yang patut disyukuri karena mendapatkan respons yang cukup baik dari para lulusan. Disamping itu hal ini tidak terlepas dari dukungan Kemristekdikti melalui Program Hibah Tracer Study (PHTS) kepada UNPAR.

Tahun 2018 ini UNPAR berkomitmen kembali untuk melanjutkan tracer study yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya sebagai suatu upaya berkelanjutan (sustainable) dengan koordinasi yang lebih baik serta memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat pada tracer study tahun sebelumnya. Pusat Pengembangan Karir (PPK) UNPAR sebagai unit Tracer Study, bekerjasama serta memberikan mandat pada Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UNPAR sebagai koordinator dan pelaksanaan Tracer Study UNPAR 2018.

Berbekal komitmen kuat untuk melaksanakan tracer study untuk ketiga kalinya ini, Tracer Study UNPAR 2018 menitikberatkan pada perbaikan dalam aplikasi sistem informasi, aplikasi kuesioner online, sosialisasi pemanfaatan kepada seluruh prodi di Unpar, peningkatan efektivitas kinerja surveyor dalam meningkatkan jumlah responden.

Melalui tracer study 2018 ini, UNPAR ingin turut berkontribusi secara aktif dalam membantu program pemerintah dalam rangka memantapkan sistem pemantauan lulusan Perguruan Tinggi di Indonesia melalui program-program yang digagas oleh Kemenristekdikti.

Dalam pelaksanaan teknisnya bersama Tim Tracer Study Unpar 2018, UNPAR ingin meraih beberapa tujuan, yaitu:

  1. Mengukur keberhasilan lulusan UNPAR di dunia kerja dan outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja, yang meliputi di antaranya: masa tunggu kerja dan proses pencarian kerja pertama, situasi kerja terakhir, dan aplikasi kompetensi di dunia kerja (kesesuaian bidang keilmuan dan bidang pekerjaan);
  2. Memperoleh informasi mengenai output pendidikan yaitu penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, proses pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan UNPAR terhadap pemerolehan kompetensi;
  3. Memperoleh informasi mengenai input pendidikan berupa penggalian lebih lanjut terhadap informasi sosiobiografis lulusan;
  4. Melengkapi persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi.